Panduan Memilih EV Komersial: Pelajaran dari Daytrans dan Farizon Supervan
Ingin beralih ke EV komersial? Simak panduan lengkap berdasarkan pengalaman Daytrans dengan Farizon Supervan, termasuk aspek modifikasi dan regulasi.
Anita Rahma
Wartawan / Kontributor Senior

Pasar kendaraan listrik komersial di Indonesia mulai menunjukkan denyut pertumbuhan yang signifikan. Salah satu bukti nyata adalah keputusan PT Daytrans, perusahaan transportasi darat terkemuka, untuk mengoperasikan delapan unit Farizon Supervan (SV) pada rute Jakarta-Semarang dan Jakarta-Cilegon. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa elektrifikasi tidak hanya merambah kendaraan penumpang pribadi, tetapi juga sektor logistik dan transportasi umum.
Farizon dan PT Arista Auto Elektrindo: Membidik Pasar EV Komersial
Farizon, merek kendaraan komersial listrik asal China yang dipasarkan di Indonesia oleh PT Arista Auto Elektrindo, tengah serius menancapkan kukunya. Christoforus Ronny, Director PT Arista Auto Elektrindo, mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan telah melakukan pembelian kendaraan komersial listrik Farizon, dan Daytrans menjadi salah satu yang paling menonjol dengan penggunaan delapan Supervan.
Menurut Ronny, keputusan Daytrans untuk mengadopsi Supervan merupakan langkah strategis. "Sudah banyak perusahaan yang juga sudah melakukan pembelian. Kalau salah satu yang nanti akan mulai banyak melalang buana saya lihat itu nanti mungkin salah satunya Daytrans untuk yang SV ya," ujarnya dalam acara di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
Rute dan Dampak Operasional Farizon Supervan
Delapan unit Farizon Supervan yang digunakan Daytrans akan melayani penumpang pada dua rute utama: Jakarta-Semarang dan Jakarta-Cilegon. Kedua rute ini merupakan jalur padat yang menghubungkan pusat bisnis dengan kawasan industri, sehingga adopsi EV di rute ini menjadi uji nyata ketahanan dan efisiensi kendaraan listrik komersial.
Kehadiran Supervan di jalur tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman berkendara yang lebih tenang, bebas emisi, dan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional. Ini sejalan dengan tren global yang mendorong penggunaan energi bersih di sektor transportasi.
Potensi Pertumbuhan EV Komersial di Indonesia
Ronny melihat perkembangan ini sebagai sinyal positif bagi pertumbuhan pasar EV komersial di Indonesia. Ia percaya bahwa kendaraan listrik niaga berpotensi mengikuti pola pertumbuhan mobil listrik penumpang yang lebih dahulu berkembang. "Saya rasa seiring perjalanan waktu kita berharap komersial EV juga akan mempunyai pacing yang mirip dengan yang namanya passenger," jelasnya.
Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa penjualan mobil listrik penumpang terus meningkat setiap tahunnya. Dengan adopsi di sektor komersial, pasar EV di Indonesia diprediksi akan semakin bertumbuh, didukung oleh insentif pemerintah dan perluasan infrastruktur pengisian daya.
Modifikasi Kendaraan Komersial: Kolaborasi dengan Karoseri
Untuk memenuhi kebutuhan beragam perusahaan, Arista juga menyiapkan opsi modifikasi kendaraan melalui kerja sama dengan perusahaan karoseri lokal. Ronny menekankan bahwa kebutuhan kendaraan komersial tidak selalu seragam; beberapa konsumen mungkin membutuhkan perubahan interior atau penambahan boks dengan ukuran tertentu.
"Tentu kita nggak bisa semua, itu harus kerjasama sama karoseri lah. Kalau ngomong komersial itu nggak jauh dari harus kerjasama dengan karoseri ya. Karena kan banyak kebutuhan custom yang dibutuhkan oleh konsumen ya," ucap Ronny.
Proses modifikasi, termasuk perubahan ukuran boks, harus mematuhi ketentuan pemerintah melalui Sertifikat Registrasi Karoseri dan Bangunan (SKRB). Hal ini memastikan bahwa setiap kendaraan yang dimodifikasi tetap memenuhi standar keselamatan dan regulasi yang berlaku.
Spesifikasi Singkat Farizon Supervan
Farizon Supervan dirancang untuk kebutuhan komersial dengan kabin luas dan kapasitas penumpang yang optimal. Meskipun detail spesifikasi teknis belum dipublikasikan secara lengkap, Supervan mengusung platform listrik murni yang menawarkan efisiensi energi tinggi dan biaya perawatan rendah. Dengan jarak tempuh yang memadai untuk rute antar kota, Supervan menjadi pilihan menarik bagi operator transportasi.
Kesimpulan: Masa Depan EV Komersial di Indonesia
Langkah Daytrans menggunakan Farizon Supervan adalah bukti bahwa kendaraan listrik komersial mulai diterima di Indonesia. Dengan dukungan dari pemerintah, produsen, dan operator, pasar EV komersial diprediksi akan terus berkembang. Arista, melalui komitmennya untuk menyediakan kendaraan yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan, siap menjadi pemain kunci dalam transisi energi di sektor transportasi.
Bagi perusahaan yang mempertimbangkan beralih ke armada listrik, kini saatnya untuk mulai mengeksplorasi opsi yang ada. Dengan berbagai keuntungan seperti biaya operasional lebih rendah, ramah lingkungan, dan citra perusahaan yang lebih hijau, EV komersial menawarkan solusi masa depan yang menjanjikan.
Disadur dan diolah dari rujukan berita: TribunNews.com (Lihat berita asli)
Anita Rahma
Penulis dan kontributor ahli di OtoPedia.