Panduan Memilih Mobil Listrik di GIIAS 2026: Pelajaran dari 550 Test Drive
Tips memilih mobil listrik berdasarkan pengalaman 550 test drive di GIIAS 2026. Edukasi lengkap.
Anita Rahma
Wartawan / Kontributor Senior

GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung di ICE BSD City mencatatkan fenomena menarik: antusiasme masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi mencapai level tertinggi. Selama empat hari pertama pameran (Kamis-Minggu), tercatat 550 pengunjung mengajukan sesi test drive untuk mobil listrik murni (BEV), plug-in hybrid (PHEV), dan hybrid konvensional. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa transisi energi di sektor otomotif Indonesia semakin nyata.
Membaca Antusiasme Publik: Lebih dari Sekadar Tren
Angka 550 pengunjung yang antre untuk test drive bukanlah kebetulan. Pameran GIIAS selalu menjadi barometer minat konsumen, dan tahun ini menunjukkan pergeseran signifikan dari sekadar melihat-lihat menjadi mencoba langsung. Hal ini sejalan dengan data penjualan mobil listrik di Indonesia yang terus meningkat. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik (BEV) sepanjang 2025 mencapai lebih dari 40.000 unit, naik 150% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, segmen hybrid dan PHEV juga tumbuh pesat, didukung oleh kebijakan insentif pemerintah seperti PPnBM 0% untuk mobil listrik dan tarif tol khusus.
Model yang Paling Banyak Dicoba: EV dan PHEV
Dari pantauan di lapangan, model-model seperti Wuling Air ev, Hyundai Ioniq 5, dan BYD Seal menjadi primadona di segmen BEV. Sementara itu, di segmen PHEV, model seperti Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid dan Wuling Almaz Hybrid juga tak kalah ramai. Ketertarikan terhadap PHEV menarik untuk dicermati, karena konsumen mulai memahami keunggulan teknologi ini: mampu menempuh jarak jauh tanpa khawatir kehabisan baterai, namun tetap hemat bahan bakar untuk penggunaan harian.
Faktor Pendorong: Harga, Insentif, dan Infrastruktur
Beberapa faktor kunci mendorong lonjakan minat ini. Pertama, harga mobil listrik yang semakin kompetitif. Dengan adanya insentif PPN 1% untuk mobil listrik dan berbagai program tukar tambah, selisih harga dengan mobil konvensional semakin tipis. Kedua, infrastruktur pengisian daya yang terus membaik. Hingga akhir 2025, jumlah SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di Indonesia mencapai lebih dari 3.000 unit, tersebar di jalur utama Jawa, Sumatera, dan Bali. Ketiga, edukasi masyarakat yang semakin masif, baik melalui pameran maupun media sosial, membuat calon konsumen semakin paham tentang manfaat dan cara kerja kendaraan listrik.
Pengalaman Test Drive: Momen Krusial dalam Keputusan Pembelian
Sesi test drive menjadi momen penting yang menentukan. Banyak pengunjung yang awalnya ragu, akhirnya terkesan dengan akselerasi yang halus, kabin yang senyap, dan fitur-fitur canggih seperti ADAS (Advanced Driver Assistance Systems) dan pengisian daya cepat. Salah satu pengunjung, Andi (34), mengungkapkan, "Saya awalnya ragu dengan mobil listrik, tapi setelah mencoba langsung, saya merasakan responsifnya dan ternyata biaya operasionalnya jauh lebih hemat." Test drive juga menjadi sarana edukasi bagi pengunjung untuk memahami karakteristik baterai, jarak tempuh, dan cara mengemudi yang efisien.
Dampak bagi Industri Otomotif Nasional
Fenomena ini menjadi angin segar bagi industri otomotif nasional. Produsen semakin gencar meluncurkan model elektrifikasi, tidak hanya dari merek asing, tetapi juga merek domestik. Pemerintah menargetkan produksi mobil listrik mencapai 600.000 unit pada 2030, dan animo masyarakat yang tinggi akan mempercepat pencapaian target tersebut. Selain itu, ekosistem pendukung seperti baterai, komponen, dan bengkel khusus juga turut berkembang, membuka lapangan kerja baru dan investasi.
Tips Memilih Mobil Elektrifikasi yang Tepat
Bagi Anda yang tertarik mengikuti tren ini, berikut beberapa tips praktis:
- Pahami Kebutuhan Harian: Jika mobilitas harian Anda di bawah 50 km, mobil listrik murni (BEV) sudah cukup. Namun, jika sering bepergian jarak jauh, PHEV atau hybrid lebih fleksibel.
- Hitung Total Biaya Kepemilikan: Bandingkan biaya pembelian, bahan bakar, perawatan, dan pajak. Jangan hanya melihat harga beli.
- Cek Infrastruktur di Sekitar Anda: Pastikan ada SPKLU atau fasilitas pengisian daya di rumah dan kantor.
- Manfaatkan Insentif: Jangan ragu memanfaatkan program pemerintah seperti diskon PPnBM dan subsidi untuk pembelian mobil listrik.
Kesimpulan
GIIAS 2026 membuktikan bahwa kendaraan elektrifikasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan pilihan nyata bagi konsumen Indonesia. Dengan terus meningkatnya minat test drive, penjualan, dan dukungan infrastruktur, masa depan elektrifikasi di Indonesia tampak cerah. Bagi Anda yang masih ragu, tidak ada salahnya untuk mencoba langsung test drive di dealer atau pameran otomotif terdekat. Rasakan sendiri sensasi berkendara masa depan.
Disadur dan diolah dari rujukan berita: TribunNews.com (Lihat berita asli)
Anita Rahma
Penulis dan kontributor ahli di OtoPedia.