Pelajaran dari Aksi Gibran: Pentingnya Infrastruktur Sekolah Tahan Bencana
Aksi Gibran turun dari mobil saat lihat sekolah rusak mengingatkan pentingnya sekolah tahan bencana. Ini tips membangunnya.
Anita Rahma
Wartawan / Kontributor Senior

Momen Spontan Gibran di Tengah Peninjauan Bencana Aceh
Bireuen, Aceh – Sebuah momen spontan dan manusiawi terjadi saat Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bireuen, Aceh. Di sela-sela peninjauan lokasi bencana, Gibran tiba-tiba meminta sopirnya menghentikan kendaraan. Ia melihat sebuah sekolah dasar yang rusak parah akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Tanpa ragu, pria yang juga Wali Kota Surakarta itu turun dari mobil dan berjalan mendekati sekolah tersebut.
Aksi ini sontak menarik perhatian warga dan awak media yang mengikuti rombongan. Gibran terlihat berjalan melewati genangan air dan lumpur sisa banjir untuk menjangkau gedung sekolah yang kondisinya memprihatinkan. Kepala SDN 11 Jangka, yang kebetulan berada di lokasi, langsung melapor kepada Wapres mengenai kondisi sekolahnya.
Kerusakan Sekolah Akibat Banjir Bandang
Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Bireuen beberapa waktu lalu meninggalkan duka mendalam. Tidak hanya merendam ratusan rumah warga, bencana ini juga merusak sejumlah fasilitas umum, termasuk sekolah. SDN 11 Jangka menjadi salah satu yang terparah. Ruang kelas dipenuhi lumpur, atap rusak, dan peralatan belajar mengajar banyak yang hanyut atau rusak.
Menurut laporan Kepala Sekolah, proses belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara karena gedung tidak layak digunakan. Para siswa terpaksa belajar di tenda darurat yang didirikan di halaman sekolah. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, mengingat pendidikan adalah hak setiap anak.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Wapres. Semoga ada bantuan untuk memperbaiki sekolah kami,” ujar Kepala SDN 11 Jangka dengan mata berkaca-kaca.
Gibran Berinteraksi dengan Siswa dan Membagikan Buku
Kehadiran Gibran di tengah-tengah siswa memberikan semangat tersendiri. Dengan senyum khasnya, Gibran menyapa para siswa yang tampak masih ceria meski dalam kondisi serba kekurangan. Ia pun membagikan buku tulis dan alat tulis sebagai bentuk dukungan moral agar anak-anak tetap semangat belajar.
Aksi Gibran ini tidak hanya sekadar bagi-bagi buku, tetapi juga memberikan perhatian nyata terhadap pendidikan di daerah bencana. Ia berjanji akan mengoordinasikan dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat perbaikan sekolah-sekolah yang rusak.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Penanganan Bencana
Kunjungan Gibran ke Aceh merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal. Selain meninjau sekolah, Gibran juga dijadwalkan meninjau lokasi pengungsian dan memastikan distribusi bantuan berjalan lancar. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Kita harus bergerak cepat dan tepat. Jangan sampai ada warga yang kekurangan kebutuhan pokok. Dan yang tidak kalah penting, anak-anak harus segera bisa belajar kembali dalam kondisi yang layak,” tegas Gibran dalam keterangannya.
Pentingnya Ketahanan Infrastruktur Pendidikan
Peristiwa ini menyoroti pentingnya membangun infrastruktur pendidikan yang tahan bencana. Sekolah-sekolah di daerah rawan bencana perlu didesain dengan konstruksi yang lebih kuat dan memiliki jalur evakuasi yang jelas. Selain itu, perlu ada protokol khusus untuk melindungi siswa dan guru saat terjadi bencana.
Pemerintah daerah bersama Kementerian PUPR diharapkan dapat melakukan audit menyeluruh terhadap bangunan sekolah di zona rawan bencana. Langkah preventif ini penting untuk meminimalkan risiko kerusakan dan memastikan keselamatan warga sekolah.
Harapan dan Langkah ke Depan
Aksi spontan Gibran turun dari mobil untuk melihat sekolah rusak menjadi simbol kepedulian pemimpin terhadap rakyatnya. Hal ini diharapkan menjadi contoh bagi para pejabat lain untuk lebih peka terhadap kondisi di lapangan. Perbaikan sekolah yang rusak harus menjadi prioritas agar proses belajar mengajar dapat segera normal kembali.
Masyarakat Bireuen pun berharap kunjungan Wapres tidak hanya seremonial belaka. Mereka menantikan realisasi bantuan dan perbaikan yang dijanjikan. Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah, diharapkan sekolah-sekolah di Aceh dapat segera pulih dan anak-anak kembali meraih masa depan cerah.
Disadur dan diolah dari rujukan berita: TribunNews.com (Lihat berita asli)
Anita Rahma
Penulis dan kontributor ahli di OtoPedia.